kehidupan yg baru
Translate
Kamis, 08 Februari 2018
SEBUAH PENANTIAN
Ketika resah, gundah serta kecewa telah menghantui aku hanya bisa diam tak banyak bicara
ingin rasa menangis ataupun berteriak namun aku tidak dapat melakukannya, semua kusimpan dalam hati......Adakah seseorang yang dapat mengerti akan semua resahku???!!!!
TUHAN.....kuatkan aku, peluk aku agar aku tidak menangis, hanya pada ENGKAU aku dapat mencurahkan semuanya, aku tak tau harus bagaimana lagi sekarang.....
Sebenarnya aku tidak ingin mengeluh apalagi menulis semua ini, tapi hanya ini yang dapat aku lakukan. Aku tau aku sudah banyak melakukan kesalahan, namun bolehkah aku memperbaiki semuanya??? Ketika orang2 yang ku sayangi satu persatu meninggalkanku, aku hanya bisa terpana.
butuh waktu untuk aku melupakan ini, ingin membuka lembaran baru & pergi sejauh mungkin yang aku suka. TUHAN.... lindungi aku dimanapun aku berada, hapuskan semua rasa gundah dalam hatiku, jangan biarkan aku menjadi manusia yang tak pandai bersyukur. kirimkan aku seseorang yang amat menyayangiku, dapat membimbingku serta tidak meninggalkan aku lagi.... :( :'(
Jangan biarkan hati ini menjadi hati yang tak bertuan....sepi....hampa....karna aku tak mau seperti itu.
berikan aku senyum seperti dahulu, keceriaan yang selalu terpancar di wajahku, aku ingin bahagia, tenang menghabiskan sisa usiaku saat ini yang tak lagi muda.....Hanya bisa berdoa...dan berdoa agar semua berakhir dengan indah, meraih kebahagiaan yang aku impikan bersama orang yang benar-benar menyayangiku, Bismillah.....karena aku yakin ALLAH selalu bersamaku....bersama orang-orang yang sabar dalam SEBUAH PENANTIAN.....!!!
Minggu, 01 Oktober 2017
Untuk Ibuku Tersayang...
Malam yang sepi ku merindukanmu bu...
Selalu teringat akan dirimu yang kini tlah pergi jauh menghadap Illahi Rabbi....
Masih teringat jelas dalam ingatanku, sewaktu aku menemanimu terbaring lemah di rumah sakit, engkau tetap tegar menghadapi semua deritamu...Namun kau berusaha tuk tetap tersenyum agar aku tidak merasakan kesedihan itu...
Kita bercerita, tertawa bersama...
Pada masa itu aku bertanya padamu tentang kisah lalu & engkau menceritakan semua itu, kini aku tau semuanya...
Dan aku terus bertanya padamu, adakah engkau begitu menyayangiku, mengkhawatirkanku seperti engkau menyayangi juga mengkhawatirkan sodara2 ku. Lalu kau pun menjawabnya sambil tersenyum memandangi wajahku, membelai rambutku, dirimu berkata bahwa dirimu amat menyayangiku namun tidak mengkhawatirkanku karena dirimu bilang aku wanita yang sabar, tegar & dapat melewati semua apapun yang terjadi padaku, dirimu berkata aku seperti cermin dimasa lalumu, di masa mudamu dulu. Aku terus berkata padamu, aku tak sehebat dirimu bu... Aku takut jika kau pergi...aku tiada lagi tempat untuk mengeluh, mengadu serta meminta kasih sayang. Ibu mengatakan ada Allah Nak...!!
Ibu banyak mengajarkan aku banyak hal...
Saat ini ketika berbagai ujian menerpaku, aku hanya bisa diam tak ingin menceritakan pada siapapun selain pada Allah... Dirimu benar bu... Jika kita ikhlas, kita sabar, kita diam & mendekatkan diri pada Allah hati akan senantiasa tenang walau badai sedang menghadang, dirimu slalu berkata jangan berharap pada manusia tetapi gantungkan harapan itu hanya pada Allah niscaya kebahagiaan akan datang suatu hari nanti...
Aku yg dulu jauh dari Allah, kini merasakan perbedaan setelah aku merubah jalan pikiranku bu...
Aku akan tetap menunggu... Dan menunggu sampai Allah memberikan kebahagiaan untukku....
Bu... Mungkin dirimu melihatku disana, melihat perubahan yang aku jalani saat ini, aku rindu padamu bu... Walau hati sering menangis kalo teringat padamu, namun aku harus ikhlas... Aku yakin suatu hari nanti kita bertemu kembali...
Apapun keadaan ku saat ini, aku akan terus berusaha dan terus berusaha sampai pada waktunya Allah memanggilku untuk pulang...
Ibuku yang ku sayang, Semoga engkau bahagia disana, Doaku selalu menyertaimu, aku yakin Allah mencintaimu melebihi cintaku padamu...
Engkau akan tetap menjadi ibu yang terhebat untukku, ibu yang slalu membuatku tersenyum, membuatku kuat menghadapi semua ini. Maaf kalo selama ini aku belum bisa membahagiakanmu, membuatmu bangga padaku, Namun aku tak pernah putus/ tak pernah berhenti berdoa untukmu. Pengabdian ku padamu baru sebatas merawat & menjagamu di rumah sakit waktu itu, maafkan aku bu akan keterbatasanku menemanimu... Tetapi aku tak pernah berhenti mengirimkan doa untukmu... I Miss U Bu... I Love U Very Much... Titip Rindu Untuk Ibuku... Sembah Sujud Untukmu Ibundaku Tersayang Dari Anakmu ini... 😢 😭 🙏 💋 💕
Senin, 20 Februari 2017
Hampa....
Hatiku hampa sejak tiada lagi sandaran hati, menangis sudah terlalu sering hingga tak tau lagi harus bagaimana menghadapi semua ini. Mencoba tuk bertahan namun hati bertanya apa yang aku cari dalam hidupku ini. Kebingungan, kegalauan serta ketakutan selalu menghantuiku. Aku tidak sekuat Mom dalam mengarungi kehidupan ini, tidak ada satupun yang dibanggakan dariku. Terkadang bahkan sering aku merasa malu karena diri begitu tak berguna, tak ada kehebatan juga kebisaan yang aku punya. Aku selalu mengeluh...mengeluh dan mengeluh juga putus asa. Begitu hampa rasanya tiada orang tua, tak tau harus kemana kaki ini tuk melangkah.
Aku ingin seperti orang lain tapi kapankah seperti itu Ya Allah...??? Sabar seperti apakah yang harus aku lakukan lagi? Aku juga manusia biasa yang punya banyak kekurangan.Tak cukupkah ujian ini untukku?! Hampir tiap malam dada ini terasa sesak & tak dapat ku pejamkan mata ini, perjuangan hidupku begitu panjang...!!! Aku amat merindukan sebuah kebahagiaan, ketenangan & kenyamanan, sampai saat ini belum ku temukan. Aku takut Ya Allah....peluk aku...jangan pernah tinggalkan aku walau hanya sekejap, lindungi aku dimanapun aku berada...!!! Sampai kapankah penantian & kesabaran ini berakhir....??!!
Please Help Me GOD....!!!
Rabu, 18 Januari 2017
Kuatkan Aku ya Allah....
Aku bahagia meskipun terkadang aku menangis sendirian atas apa yang sedang terjadi dan aku rasakan dalam hidupku. Ya, sendirian. Karena tidak semua orang bisa merasakan apa yang aku rasakan. Bisa menjalani apa yang aku jalani. Bisa menghadapi apa yang aku hadapi. Mungkin kalian beranggapan ini berlebihan. Tapi ini yang aku hadapi. Kenyataan yang aku harus jalani. Meskipun aku tau bukan hanya aku yang memiliki masalah. Kamu, kamu atau kamu pun memiliki masalah. Tapi inilah kenyataan yang ku hadapi. Aku gak ingin mengeluh, tapi kepada siapa lagi aku harus berbagi selain kepada Tuhanku. Iya, Tuhanku. Karena selama ini aku hanya bisa mengadu dan berbagi kepadaNya. Disujud terakhir kuselipkan do’a dan harapan yang terbaik untukku dan keluarga. Seusai salam, seusai tahlil, tahmid, dan takbir diatas sajadah ku kembali mencurahkan semua yang ku rasa. Semua yang membuat dada ini sesak, semua yang membuat batin ini menangis dan berteriak. Mencurahkan apa yang aku rasakan, apa yang aku hadapi dan jalani selama ini kepadaNya. Iya, pada sang ILLAHI Rabb. tapi bukan berarti hidupku tak merasakan bahagia. Aku bahagia, tapi aku juga punya sisi lain.
Entah aku sangat begitu membutuhkan seseorang untuk tempatku berkeluh kesah, menceritakan dan berbagi apa yang sedang aku hadapi. Apa yang sedang aku jalani selain kepada Tuhanku. Tapi inilah kenyataannya aku hanya bisa mengadu diatas sajadahku kepada-Nya :”
Tapi aku selalu mencoba untuk berfikir positif, “kalau Tuhan memberikan semua ini karena Dia sangat menyayangiku. Tuhan ingin melihatku kuat menghadapi semua ini. Tuhan ingin melihat keimananku dibalik semua ini.” Ya, kata-kata itu yang selalu aku fikirkan agar tak membuat diriku semakin down.
Tapi meskipun begitu sering kali aku merasa tidak sanggup, tidak mampu untuk menghadapi semua ini. Seringkali ku menahan air mata, menyimpan sedih yang kurasa hanya untuk tidak terlihat apa yang aku sebenarnya aku rasa. Berat untuk terus menyimpannya sendiri. Tidak semua menjalani apa yang aku jalani. Meskipun aku tau masih banyak cobaan yang orang diluar sana hadapi jauh lebih berat dariku. Tapi inilah masalahku, inilah yang aku rasa selama ini. Ini pula yang aku jalani.
Tapi, pasti mereka diluar sana banyak yang kuat tuk menghadapinya. Beruntunglah mereka yang begitu kuat. Namun, kuyakini sekuat-kuatnya mereka tuk mengahdapi setiap masalah, pasti juga punya saat dimana mereka akan berteriak dan mengeluarkan air mata. Ya, mengeluarkan air mata sepertiku. Bukan karena cengeng dan lemah. Tapi justru disini letak kekuatan kami. Dimana kami harus berrpura-pura terrsenyum yang padahal hati menangis. Dimana harus bahagia yang padahal batin tersiksa.
Tapi, inilah kehidupan. Penuh dengan warna, teka-teki, perputaran dll. Tak ada yang tau apa yang harus terjadi di setiap detik, menit, jam bahkan esok hari di kehidupan. Entah itu bahagia, suka, canda, sedih, tangis dll. Ya, karena semua itu rahasia sang pencipta. Hanya Tuhan yang tau dan menentukan apa yang akan terjadi dan harus kita hadapi dalam hidup.
Saat ini, aku hanya lelah Tuhan. Lelah tuk semua ini. Tapi tak apa kan jika saat ini aku menangis ? tak apa kan jika saat ini aku lagi-lagi mengeluh pada-Mu ? tak apa kan jika saat ini aku memohon pada-Mu???!! dan tak apa kan jika saat ini ku ingin KAU peluk aku sebentar saja ??!
Jika tak apa dan KAU mengizinkannya maka Tuhan, peluk aku sebentar saja. Peluk aku dengan kasih sayang-Mu. Beri hati ini kekuatan dengan cinta kasih-Mu yang tak akan pernah putus padaku. Jangan jauh dari hati ini Tuhan agar aku semakin siap dan kuat tuk menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya. Insya Allah aku janji, semoga setelah ini aku tidak akan mengeluh lagi.
Karena aku yakin, Engkau selalu ada dan akan selalu bersamaku. Selalu memberikan kekuatan cinta-Mu padaku.
Karena aku yakin, Engkau tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Mu. Dan karena aku juga yakin, Engkau akan memberikan sesuatu yang jauh lebih indah setelah ini. Sesuatu yang indah pada waktunya.
Semoga diri ini makin kuat lagi dan terus bersyukur meski dalam keadaaan apapun. Semoga diri ini selalu dekat dengan-Mu dan semoga diri ini bisa semakin lebih dewasa tuk menjalani dan menghadapi segala sesuatunya....!!!
Bolehkah Aku Mengeluh? Aku Hanya Sedikit Lelah Ya Allah...!!!
Aku hanya lelah Ya Allah...Aku tidak meminta Engkau ringankan ujianku, karena ku yakin semakin besar Engkau menguji hamba-Mu, semakin kuatlah pula hamba-Mu dalam menghadapi ujian dari-Mu. Bolehkah aku mengeluh? sedikit saja Ya Allah...!!!
Selama ini aku tidak pernah mengeluh akan ujian yang Engkau berikan padaku, aku selalu menjalaninya walau tangisan tidak pernah henti. Tapi kali ini berbeda, aku tidak kuat lagi untuk tidak mengeluh pada-Mu Ya Allah...!!!kepada siapa lagi aku menuangkan keluh kesah ini. Tidak ada yang mau mendengarkan...Tidak ada yang peduli, hanya Engkau lah yang dekat denganku. Ujian yang Engkau berikan selalu dapat aku lewati berkat kemudahan yang Engkau berikan, Hanya saja lulus dengan nilai yang tidak sempurna.
Aku masih sering berburuk sangka pada-Mu. Tahun ini masih setengah lagi akan berakhir, tapi tahun ini sangatlah berat Ya Allah....!!! Banyak rintangan, Apalagi yang akan Engkau berikan padaku Ya Allah?! Sedangkan ujian-Mu yang lain belum kuselesaikan. Kenapa bertubi-tubi?!! Aku bahkan hampir lupa cara tersenyum tulus tanpa beban. Ketika orang bertanya padaku apa yang paling membahagiakan dalam hidupmu? Aku selalu berpikir lama sekali, karena aku tidak ingat apa yang membuatku bahagia. Tetapi ketika orang bertanya hal apa yang paling menyedihkan dalam hidupku? Banyak jawaban yang keluar dari mulutku.
Aku hampir lupa cara berbahagia. Aku bukannya tidak mensyukuri apa yang Engkau berikan, aku hanya ingin bertanya kenapa Engkau memberikan ujian-ujian ini padaku?! Yakinkah Kau Ya Allah aku bisa melewatinya?! Aku sendiri bahkan tidak yakin Ya Allah, aku hanya menjalani yang Engkau berikan saja. Jawablah Ya Allah...!!! buatlah aku tersenyum. Ampunilah aku karena kata-kataku lancang kepada-Mu. Maafkanlah ketidaktahuan diriku akan rencana-Mu. Bukankan aku selalu berdoa pada-Mu; “Jika hidup yang terbaik untukku, kuatkanlah diriku dalam menghadapi ujian2-Mu berikutnya, tapi jika kematianlah yang terbaik untukku, Tolong Ya Allah... janganlah Engkau murka kepadaKu.”
Setiap malam sebelum tidur, aku selalu berdoa kepada Allah, untuk memberiku senyuman esok hari, senyuman yang tulus tanpa beban. Tapi tidak pernah Ia memberikannya, aku hanya berpikir positif, mungkin belum saatnya. Sekali lagi maafkanlah diriku Ya Allah...!!! Akan ada hari yang indah pada waktunya....
Rabu, 04 Januari 2017
Maafkan Aku Ayah...
Ayah Maafkan Aku,
Aku telah Memperberat Hisabmu Di Akhirat.
Ayah...
Maafkan Aku.
Aku telah memperberat hisabmu di akhirat.
Padahal aku tau bahwa setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban.
Kau adalah pemimpin keluarga, sedangkan aku masih saja berbuat dosa serta tak taat padamu dan ibunda…..
Ayah maafkan aku, telah membuatmu berat menjawab jika Allah bertanya, “Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu?!
Mengapa dia (anakmu) tidak taat kepadaKu?
”Ayah, aku sungguh minta maaf.
Karena aku berkata mencintaimu.
Tapi aku tak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat.
Padahal kau telah susah payah membesarkanku.
Dan kau susah payah mencari nafkah untukku.
Sedangkan aku masih saja terlena oleh maksiat kepada-Nya.
Sungguh terlalu hati ini....!!!
Hati seorang anak yang tak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat.
Saat Allah perintahkan menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan?
Saat Allah perintahkan untuk sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan?
Dan saat Allah melarang pacaran, mengapa diri ini malah menentang?
Kita terlena oleh nafsu syaitan, sedangkan kelak ayah kita tertatih dalam hisab yang Allah tetapkan.
Kita tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita mungkin menangis sebab kita belum bertaqwa.
Ya Allah...
kekalkan hidayah-Mu kedalam hati hamba.
Jadikan ia pelita dalam gelapnya nafsu syaitan.
Dan jadikan ia payung dalam hujannya fitnah dunia yang hina ini.
Ayah...semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.
Dan maaf ayah, jika selama ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti...!!!
Rabu, 21 Desember 2016
Tangisan Mata Ibu
Dalam Senyummu kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku
Seonggok Cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu
Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersamamu
aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hatiku....!!!
"Special For My Mom, Di Hari Ibu...22 Desember 2016"
